• WILAYAH KERJA

    - Kelurahan Sungai Lulut
    - Kelurahan Pemurus Luar

  • VISI

    Kelurahan Sungai Lulut dan Pemurus Luar Sehat 2010
  • MISI

    1. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan yang didukung manajemen kesehatan yang berdaya guna.
    2. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan kemampuan.
    3. Memelihara dan meningkatkan mutu serta pemerataan pelayanan kesehatan dengan keterjangkauan pelayanan kesehtaan.
    4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat beserta keluarganya

  • MOTTO

    Puskesmas "TERSENYUM" (Tertib, Efektif, Ramah, Senyum, Efisien, Nyaman Untuk masyarakat Menuju sehat)

FOGGING SEBELUM MASA PENULARAN (FOGGING SMP)

Dalam rangka mencegah penularan penyakit Demam Berdarah di wilayah kerjanya. Puskesmas Terminal Banjarmasin melaksanakan Fogging Sebelum Masa Penularan (Fogging SMP) di 8 (delapan) fokus di wilayah kerjanya. Pelaksanaan fogging ini langsung ditangani Petugas dari Puskesmas Terminal yang di  ketuai oleh Bapak Zainal Arifin selaku pemegang Program P2 DBD Puskesmas Terminal. Adapun wilayah yang dilakukan Fogging merupakan wilayah Endemis dan sporadis.
Dari data 3 (tiga) tahun terakhir terdapat penurunan  jumlah kasus. Data kasus DBD tahun 2007 terdapat sebanhyak 14 kasus dengan 0 kematian dan DD sebanyak 7 kasus dengan 0 kematian. Data Tahun 2008 terdapat sebanyak 2 kasus DBD dengan 0 kematian dan DD sebanyak 14 kasus dengan 0 kematian. Data kasus DBD periode Januari s.d September 2009 terdapat 1 (kasus) dengan 0 kematian dan DD sebanyak 2 (dua) kasus dengan 0 kematian. Selain melaksanakan Fogging SMP kami juga membagikan bubuk Abate kepada masyarakat papar Rahmadi, SKM selaku Kepala Puskesmas Terminal.
Jadwal dan Lokasi Fogging SMP di Wilayah kerja Puskesmas Terminal sebagai berikut :
 Kelurahan Sei Lulut mendapat 3 (tiga) fokus yaitu :
  1. RT 1 Komplek Gardu Mekar 2 (pelaksanaan tanggal 23 Oktober 2009)
  2. RT 22 Komplek Rahayu (pelaksanaan tanggal 22 Oktober 2009)
  3. RT 20 Komplek SMANDA. (pelaksanaan tanggal 27 Oktober 2009)

Kelurahan Pemurus Luar mendapat 5 (lima) fokus yaitu

  1. RT 13 Komplek Dharma Praja (pelaksanaan tanggal 2 Nopember  2009)
  2. RT 25 Komplek TVRI (pelaksanaan tanggal 29 Oktober 2009)
  3. RT 04 Komplek DOLOG (pelaksanaan tanggal 29 Oktober 2009)
  4. RT 20 Komplek Dharma Bhakti (pelaksanaan tanggal 26 Oktober 2009)
  5. RT 34 Komplek PDAM (pelaksanaan tanggal 28 Oktober 2009)

PENCANANGAN GEBRAK DBD KOTA BANJARMASIN OLEH WALIKOTA BANJARMASIN MELALUI PSN, ABATESASI DAN FOGGING SEBELUM MASA PENULARAN (SMP)

Pada tanggal 20 Oktober 2009 Walikota Banjarmasin Bapak H. A. Yudhi Wahyuni melakukan Pencanangan Gebrak DBD Kota Banjarmasin melalui kegiatan PSN, Abatesasi dan Fogging Sebelum Masa Penularan.
Penyakit Demam Berdarah (DBD) adalah penyakit menular, terutama menyerang anak-anak, namun dalam beberapa tahun terakhir cenderung semakin banyak dilaporkan kasus DBD pada orang dewasa. Penyakit ini ditandai dengan panas tinggi mendadak disertai kebocoran plasma dan perdarahan, dapat mengakibatkan kematian serta menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB).
Penyakit DBD samapai saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang cendrung meningkat jumlah pasien serta semakin luas penyebarannya, hal ini karena masih tersebarnya nyamuk Aedes Aegypti (penular penyakit DBD) berwarna hitam dengan belang-belang  (loreng) putih pada seluruh tubuhnya dan nyamuk Aedes Aegypti ada diseluruh pelosok tanah air, kecuali daerah dengan ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut.

Untuk memberantas penyakit ini diperlukan pembinaan peran serta masyarakat yang terus menerus dalam memberantas nyamuk penularnya dengan cara 3 M Plus yaitu : menguras tempat penampungan air, menutup dan mengubur/menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan, plus disini dapat diartikan yaitu dengan membubuhkan larvasida (bubuk abate), memelihara ikan pemakan jentik dan cara lain mencegah gigitan nyamuk.

Cara pencegahan tersebut juga dikenal dengan istilah  PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Upaya memotivasi masyarakat untuk melaksanakan 3 M Plus secara terus menerus telah dan akan dilakukan Pemerintah Kota Banjarmasin melalui kerja sama lintas sektoral maupun lintas program termasuk tokoh masyarakat dan pihak swasta.

Namun demikian penyakit ini masih terus endemis dan angka kesakitan cendrung meningkat diberbagai daerah. Kelurahan endemis DBD umumnya merupakan sumber penyebarluasan penyakit ke wilayah lain, oleh karena itu upaya untuk membatasi angka kesakitan dan kematian serta mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD perlu dilaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD  (PSN-DBD)  di 50 Kelurahan Kota Banjarmasin, serta melaksanakan penyemprotan/fogging sarang nyamuk DBD Sebelum Masa Penularan (SMP) di 33 Kelurahan Endemis Kota Banjarmasin.

Keberhasilan upaya penangulangan kasus DBD ini terutama ditentukan oleh kecermatan dalam mendiagnosa secara dini serta penatalaksanaan kasus dan perawatan. Oleh karena itu apabila ada masyarakat tersangka dengan gejala DBD anjurkan segera berobat ke Puskesmas atau Rumah Sakit untuk memastikan penyakitnya dan mendapatkan pertolongan yang tepat. Ungkap Walikota Banjarmasin dalam sambutannya

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin drg. Hj. Diah R Praswasti  dalam sambutannya melaporkan pada tahun 2008 kasus DBD periode Januari s.d Desember sebanyak 147 orang dengan kematian sebanyak 6 orang (CFR=4,08%) dan kasus DD sebanyak 685 orang. Sedangkan kasus DBD periode bulan Januari s.d Oktober 2009 sebanyak 65 orang dengan kematian sebnayak 2 orang (CFR=3,07%) dan kasus DD sebanyak 307. Angka tersebut cukup tinggi diatas angka nasional yakni CFR=1%.

Data kasus DBD selama 3 tahun berturut-turut dari tahun 2006, 2007 dan 2008 menunjukkan titik terendah dari kumulatif angka ada pada bulan Agustus, September dan Oktober. Sedangkan trend kenaikan kasus DBD terjadi pada bulan Januari dan Februari. Dari analisa data tersebut sehingga kegiatan Pemberantsaan Sarang Nyamuk DBD (PSN-DBD) dan pelaksanaan penyemprotan/fogging sarang nyamuk DBD Sebelum Masa Penularan (SMP) sangat tepat dilaksanakan pada bulan September dan Oktober.

drg. Hj. Diah R Praswasti juga menyampaikan pada tahun 2008 Angka Bebas Jentik (ABJ) di Kota Banjarmasin sebesar 74%, angka ini masih sangat rendah dari angka yang ingin dicapai yakni sebesar 95%. Sehingga guna membina peran serta masyarakat dan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di 50 kelurahan Kota Banajrmasin ini secara lebih efektif maka kegiatan pembinaannya perlu dikoordinasikan oleh Kelompok Kerja Pemberantasan Penyakit DBD (Pokja DBD) di Kelurahan dan Kelompok KErja Operasional Pemberantasan Penyakit DBD (Pokjanal DBD) yang merupakan form kerjasama lintas sektoral di tiap tingkat administrasi pemerintahan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.